EKSTRAKURIKULER TARI di SD NEGERI 1 TUMPANG
Ekstrakurikuler tari (baik tari tradisional maupun modern) di SD Negeri 1 Tumpang menawarkan manfaat yang sangat luas, tidak hanya untuk kesehatan fisik siswa-siswi tetapi juga untuk perkembangan mental dan emosional anak.
Berikut adalah rincian manfaat ekstrakurikuler tari bagi siswa SD negeri 1 Tumpang yang dibagi berdasarkan kategori perkembangannya:
- Perkembangan Fisik dan Motorik
Tari adalah aktivitas fisik yang menyenangkan yang membantu anak tetap aktif tanpa merasa sedang “berolahraga” berat.
- Melatih Motorik Kasar & Halus: Gerakan tari menuntut koordinasi seluruh tubuh, mulai dari lompatan kaki (motorik kasar) hingga lentik jari (motorik halus).
- Meningkatkan Keseimbangan & Kelenturan: Anak diajarkan untuk menjaga pusat gravitasi tubuh dan meregangkan otot, yang sangat baik untuk pertumbuhan tulang dan otot mereka.
- Memperbaiki Postur Tubuh: Banyak tarian menuntut posisi tubuh yang tegak dan tegap, yang membantu mencegah kebiasaan membungkuk sejak dini.
- Perkembangan Kognitif (Kecerdasan)
Menari bukan hanya soal tubuh, tapi juga melatih otak untuk bekerja cepat dan tepat.
- Meningkatkan Daya Ingat: Menghafal urutan koreografi adalah latihan memori yang luar biasa. Anak harus mengingat gerakan apa yang dilakukan setelah gerakan lainnya secara berurutan.
- Melatih Konsentrasi: Anak harus fokus mendengarkan tempo musik sambil menyelaraskan gerakan tubuh. Ini melatih multitasking dan fokus.
- Pemahaman Spasial: Anak belajar memahami ruang (formasi), arah (kiri, kanan, depan, belakang), dan jarak antar teman agar tidak bertabrakan.
- Perkembangan Emosional dan Psikologis
Aspek ini sangat penting untuk membangun karakter anak yang kuat.
- Membangun Rasa Percaya Diri: Berani tampil di depan teman-teman atau di atas panggung adalah dorongan besar bagi self-esteem (harga diri) anak. Mereka belajar mengatasi rasa malu.
- Disiplin dan Ketekunan: Menguasai satu tarian membutuhkan latihan berulang-ulang. Anak belajar bahwa hasil yang bagus didapat dari kerja keras dan tidak mudah menyerah.
- Sarana Ekspresi Diri: Tari menjadi outlet emosi yang positif. Anak yang pendiam mungkin menemukan “suaranya” melalui gerakan tari.
- Perkembangan Sosial
Tari sering kali dilakukan secara berkelompok, yang mengajarkan dinamika sosial.
- Kerja Sama Tim (Teamwork): Dalam tarian kelompok, kekompakan adalah kunci. Anak belajar menurunkan ego untuk menyamakan gerakan dengan teman demi keindahan bersama.
- Menghargai Orang Lain: Mereka belajar mendukung teman yang kesulitan menghafal gerakan dan merayakan keberhasilan bersama setelah tampil.
- Penanaman Nilai Budaya (Khusus Tari Tradisional)
Di Indonesia, ini adalah poin yang sangat krusial.
- Mencintai Budaya Sendiri: Mengenalkan tarian daerah sejak dini menumbuhkan rasa bangga dan cinta tanah air.
- Memahami Filosofi: Setiap gerakan tari tradisional biasanya memiliki makna dan cerita (misalnya tentang kesopanan, kepahlawanan, atau rasa syukur).
Catatan Penting: Tidak semua anak harus menjadi penari profesional. Tujuan utama ekstrakurikuler di SD Negeri 1 Tumpang adalah pengenalan, kegembiraan, dan yang lebih penting pembentukan karakter siswa itu sendiri.
